Kamis, 30 April 2015

Jenis-Jenis Keputusan didalam Organisasi

Masalah dan konflik terdapat di mana-mana. Beberapa di antaranya bersifat sederhana dan deterministik, sedangkan yang lain bersifat sangat kompleks dan probabilistik serta dapat menimbulkan pengaruh yang besar. Pengambilan keputusan dapat bersifat rutin dan memiliki struktur tertentu atau dapat juga bersifat sangat kompleks dan tidak berstruktur. Terdapat dua jenis pengambilan keputusan, yaitu :

1.      Pengambilan keputusan terprogram :
              Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu. Keputusan yang diprogram terjadi jika permasalahan terstruktur dengan baik dan orang-orang tahu bagaimana mencapainya. Permasalahan ini umumnya agak sederhana dan solusinya relatif mudah. Di perguruan tinggi keputusan yang diprogram misalnya keputusan tentang pembimbingan KRS, penyelenggaraan Ujian Akhir Semester, pelaksanaan wisuda, dan lain sebagainya (Gitosudarmo, 1997).

                  Jenis pengambilan keputusan ini.mengandung suatu respons otomatik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana saja.

                 2.      Pengambilan keputusan tidak terprogram:
       Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru, tidak terstrutur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tidak dapat dikembangkan prosedur tertentu untuk menangani suatu masalah, apakah karena permasalahannya belum pernah terjadi atau karena permasalahannya sangat kompleks dan penting. Keputusan yang tidak diprogram dan tidak terstruktur dengan baik, apakah karena kondisi saat itu tidak jelas,metode untuk mencapai hasil yang diingankan tidak diketahui,atau adanya ketidaksamaan tentang hasil yang diinginkan(Wijono,1999).

       Keputusan yang tidak diprogram memerlukan penanganan yang khusus dan proses pemecahan masalah dengan intuisi dan kreatifitas. Tehnik pengambilan keputusan kelompok biasanya dilakukan untuk keputusan yang tidak diprogram. Hal ini disebabkan oleh karena keputusan yang tidak diprogram biasanya bersifat unik dan kompleks, dan tanpa kriteria yang jelas, dan umumnya dilingkari oleh kontroversi dan manuver politik (Wijono, 1999). Gillies (1996), menyebutkan bahwa keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan kreatif yang tidak tersusun, bersifat baru, dan dibuat untuk menangani suatu situasi dimana strategi/ prosedur yang ditetapkan belum dikembangkan.
 
           Keputusan tidak terprogram menunjukkan proses yang berhubungan dengan masalah-masalah yang tidak jelas. Dengan kata lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses- proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah-masalah yang kurang dapat didefinisikan. Masalah-masalah ini umumnya bersifat kompleks, hanya sedikit parameter'parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui bersifat probabilistik.
    
    Adapun dalam pengambilan keputusan dapat dikaitkan kepada :
   1. Informasi yang tidak cukup.
   2. wawasan yang kurang.
   3. Maksud dan tujuan yang tidak di spesikasikan.





Sabtu, 28 Maret 2015

Jenis dan proses dari Komunikasi

Jenis-jenis dari komunikasi:
1. Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. misalnya: berpikir.
2. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar orang-orang secara tatap muka.
3. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang.
4. Kelompok publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang yang kita tidak kenali satu persatu.

Proses dari Komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya. sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatonya. proses berkomunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif. proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lainnya.

Pengertian dan arti penting dari komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan ide, gagasan, dll dari satu pihak ke pihak yang lainnyan agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat di mengerti oleh kedua belah pihak, komunikasi itu penting semua orang tahu, karena ini merupakan basic setiap makhluk hidup. setiap makhluk hidup punya cara bekomunikasi masing-masing. dan kita tidak dapat membedakan bahasa, suku, adat, kebiasaan dan lain-lain.

Arti penting dari komunikasi adalah komunikasi suatu proses yang berkegiatan menyampaikan pesan yang bertujuan tertentu. kita juga bisa: menginformasikan, mendidik, dan menghibur. menyampaikan pesan yang baik dan benar itu harus dilakukan kepada orang banyak. serta keadaan saling terbuka, pikiran jernih dan pasti yang ingin disampaikan harus dapat diterima dengan baik,

Komunikasi Efektif

Komunikasi sangat penting bagi kehidupan manusia di dunia, komunikasi juga sangat bermanfaat sekali. tetapi komunikasi sering juga di salah artikan. dengan berkomunikasi anda akan menjalin hubungan yang sangat luas dengan orang banyak. komunikasi yang efektif adalah komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang pesan yang mereka bicarakan. dengan tutur bahasa kita juga bisa membedakan cara berkomunikasi yang baik dan sopan, misal bekomunikasi dengan atasan di kerjaan. Bisa menjadi seseorang yang berkomunikasi dengan selayaknya kita berbicara dengan cara berbeda namun mengerti yang orang lain dengarkan.

syarat-syarat komunikasi efekif:
1. Pesan disampaikan dengan jelas.
2. Menciptakan suasana yang menguntungkan.
3. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dipahami.
4. Tidak membuat orang tersinggung dengan cara bahasa yg kita keluarkan.
5. Mengerti berkomunikasin dengan benar.

Selasa, 11 November 2014

Proses Organisasi


Prosedur Pengambilan Keputusan

Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi yang semakin pesat, prosedur pengambilan keputusan menjadi semakin rumit, hal ini disebabkan antara lain :

 

*      Informasi yang semakin melimpah

*      Aparat pelaksana keputusan yang semakin besar

*      Kepentingan pelaksanaan yang semakin beragam

*      Teknik pengambilan keputusan yang semakin canggih

*      Perubahan lingkungan yang semakin cepat

*      Pengetahuan yang semakin canggih

 

Sebuah model terkenal mengenai proses pengambilan keputusan yang diketengahkan oleh Herbert A. Simon terdiri dari tiga tahap :

 

Tahap Proses Pengambilan Keputusan
Penjelasan
Intelegensi (Intelligence)
Menyelidiki lingkungan bbagi kondisi dalam mengambil keputusan. Data mentah diperoleh, diproses, diperiksa untuk petunjuk yang dapat mengidentifikasi masalah.
Rancangan (Design)
Menemukan, mengembangkan dan menganalisa kegiatan-kegiatan yang mungkin dilakukan. Ini mencangkup proses memahami masalah, membangkitkan cara pemecahan dan menguji pemecahan untuk mengetahui mungkin tidaknya dilaksanakan.
Pilihan (Choise)
Memilih suatu cara kegiatan khusus dari cara-cara yang telah diperoleh. Suatu pilihan diambil dan dilaksanakan.

 

Jadi, proses pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai arus dari intelegensi (intelligence) ke rancangan (design), lalu ke pilihan (choise).


DAFTAR PUSTAKA

 

Sutarto. 1987. Dasar-dasar Organisasi Cetakan ke-10. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Suradinata, Ermaya. 1954. Sistem Informasi Manajemen dan Proses Pengambilan Keputusan. Bandung : Ramadan.

Ishak, Aswad., dan Faiz Ayatullah. 2003. Komunikasi dan Organisasi. Yogyakarta : UPFE UMY.

Sukanto R dan T. Hani Handoko. Organisasi Perusahaan. PBFE, Yogyakarta. 2000

Komunikasi Tulisan


Dengan demikian, kalau kita amati dan bandingkan, sebenarnya proses pemilikan kemampuan komunikasi lisan dan komunikasi tertulis anak relatif sama. Pada tahapan pemrolehan komunikasi (bahasa) lisan, sebelum mahir berbicara abak mengalami Tahap Pralinguistik (Fase Meraban). Fase ini merupakan jembatan yang memfasilitasi anak sampai pada kemampuan berbicara yang sesungguhnya. Pada pemilihan bahasa tulis, anak pun mengalami fase yang disebut Tahap Prabaca-tulis atau Awal Keberaksaraan (emergent literacy).

Komunikasi tertulis adalah penyampaian dan penerimaan pesan yang menggunakan tulisan sebagai sarananya. Adapun tulisan adalah sesuatu sistem komunikasi manusia yang menggunakan tanda-tanda yang dilihat (Barton, 1994:110). Secara sederhana, tulisan adalah wakil atau gambaran dari komunikasi lisan yang dituangkan kedalam tanda-tanda yang dapat dibaca atau dilihat dengan nyata. Oleh karena itu pula, segenap unsur yang tertuang dalam tulisan mencerminkan atau melambangkan unur-unsur yang mewakili komunikasi lisan.

Unsur-unsur linguistik (bahasa), misalnya sepenuhnya dapat dilambangkan melalui tulisan. Bunyi ujaran seperti kata, frase atau kalimat, dapat pula dituliskan. Sebagai unsur paralinguistik dapat pula dilambangkan secara tertulis melalui tanda baca atau pemakaian pola kalimat tertentu. Akan tetapi, unsur-unsur kalimat nonverbal lainnya, seperti volume suara, nada, kecepatan, dan kualitas suara, tidak bisa atau sulit, digambarkan ke dalam lambing tertulis.

Seorang penulis harus melakukan berbagai upaya agar tulisannya dapat menyampaikan pesan dengan baik, seperti halnya kalau pesan itu disampaikan secara lisan. Upaya ini dapat dilakukan melalui pemakaian pola kalimat tertentu, gaya bahasa, pilihan kata, juga gambar, atau hal-hal lainnya.

Masing-masing ragam komunikasi itu memiliki kelebihan dan keterbatasan karena memang masing-masing memiliki fungsi yang khas. Dalam mengajar, misalnya, agar sajian mudah dipahami maka guru akan menyampaikannya tidak hanya secara lisan tetapi juga tertulis yang dpata ditayangkan dengan menggunakan media slide, transparansi dan OHV. Kedua ragam komunikasi verbal itu memang tidak untuk dipertentangkan, tetapi digunakan untuk saling mendukung dan melengkapi . Sebagai contoh, data hasil riset akan mudah dituangkan dan dipahami jika disajikan secara tertulis yang tidak ada dalam komunikasi lisan.


DAFTAR PUSTAKA

 

Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi Perspektif, Proses, dan Konteks. Bandung : Widya Padjajaran

Churiyah, Yayah. 2013. Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Di Sekolah Dasar Kelas Rendah. http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENDIDIKAN_BAHASA_DAN_SASTRA_INDONESIA_DI_SEKOLAH_DASAR_KELAS_RENDAH/BBM_1.pdf” (diunduh tanggal 6 November 2014 pukul 23:10)

Selasa, 14 Oktober 2014

Organisasi Umum

ORGANISASI UMUM

Organisasi yang pernah saya ikuti dan Organisasi yang ada di lingkungan tempat tinggal.

Organisasi saya sejak SD adalah belajar bermain futsal, saya ikuti dan tekunin futsal semenjak kelas 2 SD sampai kelas 6 SD. Saat saya duduk di kelas 4 SD saya mengikuti kejuaran antar sekolah di daerah jakarta selatan, saya mengikuti kejuaran dengan bagus dan mencapai hingga semi final, di semi final kami tidak bisa meneruskan kejuaran dikarenakan tim kami kalah selisih gol, tapi bagi saya dan tim saya bukan lah sesuatu kegagalan melainkan sebuah motivasi agar kelak lebih baik lagi.

Setelah saya lulus dari SD, saya melanjutkan dibangku SMP 253 Jakarta Selatan, disini saya mengikuti organisasi yang lain selain futsal, saya mengikuti organisasi OSIS, ketika di bangku kelas 8 saya mencalonkan diri saya sebagai anggota OSIS sekolah, semua persyaratan telah saya jalanin begitu juga test yang di adakan dan hasilnya di ketahui sekitar 4 hari, setelah hari tersebut pengumuman penjabatan yang diterima di letakkan di mading sekolah, semua siswa yang mencalonkan dan diterima tertera di kertas yang di mading tersebut, setelah saya check ternyata saya tidak lulus mengikuti organisasi OSIS. Setelah gagal saya tidak mengikuti kegiatan organisasi di SMP tersebut.

Saya pun lulus, dan beranjak di bangku SMA. Saya mencari suasana yang baru lagi, dan saya tidak mengikuti kegiatan di linbgkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah.

Saat kelas 11 di bangku SMA, saya mengikuti kegiatan organisasi anggota crew musik di lingkungan rumah. disini saya dan teman-teman mengadakan acara musik yang bertema "CITY CORNER" yang dimana acara ini menjelaskan tentang sebuah panggung sederhana di pinggir kota namun dapat menghibur kalangan remaja hingga orang dewasa, karena acara ini adalah musik kawula muda. saya dan teman-teman sering mendiskusikan sebelum acara berlangsung atau tepatnya briffing yang sudah diatur oleh crew kami. Acara ini pun didanai bukan dari duit orang tua melainkan uang dari usaha kami sendiri. Setelah acara ini selesai saya dan anggota lanjut mengadakan acara BAKTI SOSIAL, di pesantren yang tidak jauh dari kediaman kami semua. Acara ini kami adakan di bulan puasa pada tahun 2011, semua makanan yang kami sediakan bukan hanya kami yang membuat tapi semua anggota atau anak-anak pesantren pun ikut membantu dan Sebuah tempat makan ternama yang bernama KFC ikut membantu mendonatur acara yang kami selenggarakan. Acara ini berlangsung hingga larut malam, acara organisasi yang sangat berkenang dalam saya dan teman-teman saya. Setelah lulus SMA saya lanjut ke jenjang Perguruan Tinggi.

Saya berkuliah dan menjadi mahasiswa di UNIVERSITAS GUNADARMA tingkat 2 smester 3. selama di lingkungan kampus saya belom menjalanain atau mengikuti organisasi apapun.